Meringis di Kamis yang gerimis

Menalar Kamis di sore gerimis

membuat lupa ingatan manis

Kehadiran negara menjadi mistis

ketika rakyat menjerit menangis

Payung hitam depan istana tiap Kamis

menghujani ingatan yang mulai apatis

Kendali emosi bukan mengemis

mengingat perjuangan agar tak utopis

Elit sibuk mengamankan bisnis

Alit tetap mempermasalahkan etnis

Larangan melawan penolak pancasilais

hanya klise kemunduran dinamis

Negara ini alfa akan agraris

ketika menggebuk petani, bengis

menggusur miskin kota yang tak higienis

sampai lautan dikuasai demi kapitalis

Pimpinan yang memasang muka sinis

tersangka pun masih duduk dengan manis

Cicak dan buaya selalu beriris

menentukan mana malaikat dan iblis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s