Rabu

Saat Rabu mendapat pilu

tak ada penebusan rindu

Saat Rabu hadirkan biru

mentari mengubahnya kelabu

Jika Rabu meminta pintu

sambutlah tanpa ragu

Jika Rabu membuat tabu

janganlah menjadi haru

Kembali pada awal tanpa akhir

menapaki reruntuhan dengan getir

Hidup yang seolah segera berakhir

tak mampu mencapai Catatan Pinggir

Akankah Rabu mendapatkan tawa?

Ataukah Rabu mendapatkan luka?

Mungkinkah Rabu menyebuhkan jiwa?

Masihkah Rabu menyimpan duka?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s