Tenang! PON tidak merugikan.

2016-09-08_8-29-50

Entah apa yang ada di otak saya, saya sendiri tidak tahu, ketika tak sedikit orang menyambut antusias perhelatan olahraga terbesar di Indonesia yang kali ini dilaksanakan di Jawa Barat, seperti yang ditasbihkan oleh pemerintah provinsi sendiri bahwa Jabar harus menjadi tuan rumah yang sukses dan menjadi juara umum, mungkin hasil dari PON ini bisa menjadi bekal untuk sang-Gubernur-yang-akan-lengser untuk mencalonkan diri menjadi RI1 setelah gagal di pemilihan sebelumnya. Ah sudahlah, jangan dulu berburuk sangka sama beliau. Tulisan ini juga bukan tulisan pertama saya mengenai ajang empat tahunan ini, tulisan sebelumnya sudah dimuat di zine.

Sebelum genderang PON dimulai, banyak broadcast yang bermunculan di berbagai media sosial mulai dari perlombaan terkait kesiapan venue PON sampai menjadi penonton bayaran. Iya anda tak salah lihat lagi PENONTON BAYARAN, seperti yang terlihat pada gambar di atas, bunyi pesan singkat yang langsung menyebar itu kira – kira demikian. Pikiran skeptis dan mengeluarkan nyinyiran menjadi hal yang pertama dilakukan. Tenang saja PON itu tidak mempengaruhi kehidupan kita, kawan!

Seperti yang dikatakan oleh Kemenpora bahwa dana PON berasal dari tiga sumber; APBN, APBD, dan pihak swasta. Kita harus tetap tenang karena PON tidak merugikan, kawan. Saking pentingnya gelaran tersebut, Sang Gubernur pun meminta suntikan dana yang tidak sedikit, yaitu 691 miliar rupiah. Untuk lebih rincinya beliau menjelaskan bahwa dana PON tersebut memerlukan anggaran sebesar Rp2,8 triliun dari APBD dan Rp135 miliar dari APBN, tetapi belum cair pada bulan Mei. Kita harus tetap tenang karena PON tidak merugikan, kawan. Kita harus tetap optimis karena ini semua demi kemaslahatan ummat. Terlebih lagi bahwa PON ini maha penting dan keharusan untuk dilakukan karena merupakan tugas negara oleh pemerintah provinsi Jabar, Aher menggambil kebijakan untuk menggunakan dana bantuan untuk desa. Dana desa bantuan desa yang dianggarkan 100 juta rupiah per tahun untuk tiap desa, dengan sebaran desa sebanyak 5.319 desa yang ada di Jawab Barat. Tentu saja para Kades tidak akan murka akan kebijakan ini.

Penggunaan dana PON yang tak sedikit untuk sarana dan prasarana kegiatan ini tidak akan berpengaruh signifikan pada hidup kita. Karena dana  yang ada akan salurkan untuk kepentingan umat, sungguh sangat bermanfaat. Apalagi setelah dibukanya pengumuman untuk penonton bayaran, hal ini dapat membantu kelangsungan hajat hidup orang banyak, dengan penghasilan 50ribu rupiah/pertandingan akan sangat membantu sekali bagi anak kost untuk membeli indomie atau bahkan bisa membeli sebungkus rokok dengan harga yang sudah diwacanakan naik.

Bila kita menghitung (maaf kalau saya salah, ngontrak mata kuliah statistik aja dua kali) dana yang diperlukan untuk membayar penonton; misal saja cabang olahraga sepak bola, tidak usah muluk – muluk ada 100 orang yang menjadi penonton bayaran, jadi jumlah uang yang digunakan untuk satu kali pertandingan sepak bola adalah 50.000.000 rupiah untuk satu kali pertandingan saja, dan apabila tim tersebut main lebih dari sekali tentu saja penggunaan dana akan kembali bertambah. Itu hanya dari satu cabang olah raga saja belum dari cabang olah raga lain yang membutuhkan penonton. Angka itu hanya permisalan dan ada kemungkinan penonton bayaran lebih sedikit jumlahnya. Tapi kalau dipikir lebih jauh, peminat dari penonton ini pasti tidak akan mungkin sedikit, karena saya mendapat informasi penonton bayaran ini dari satu group Line dengan jumlah 179 anggota group, dan saya percaya bahwa pesan ini telah menyebar ke berbagai group dengan bermacam cakupan dan jumlah anggotanya. Dengan adanya dana untuk penonton bayaran ini berarti panitia telah menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk hal yang sangat penting demi keberlangsungan PON. Sepeti apa yang dikatakan oleh Aher bahwa penggunaan dana ini bukanlah sebuah pemborosan.

Advertisements

One thought on “Tenang! PON tidak merugikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s