Birokrasi (masih) Kompleks

Birokrasi yang ribet dan selalu penuh dengan sogokan sudah terpatri dalam diri. Kalau mau lancar harus ada kenalan, tidak punya kenalan? Uang bisa bicara. Ah… itu cuma terjadi pas jaman Orba saja, sekarang kan pemerintah lagi giat dengan revolusi mentalnya. Jadi sudah bukan jamannya lagi birokrasi pemerintahan brobrok.

Kembali berurusan dengan birokrasi pemerintahan bukanlah hal yang sangat menyenangkan. Namun hal tersebut terpaksa dilakukan ketika kehilangan (lebih tepatnya lupa) KTP. Mau tak mau ya harus pulang kampong dan mengurus ini sendiri. Karena menurut orang tua sendiri hal tersebut tidak bisa diwakilkan karena harus dilakukan perekaman data dan lainnya.

Semua berjalan baik saat mengurus surat-surat di desa, tetapi ketika sampai di kantor kecamatan cerita birokrasi yang ‘mulus’ dimulai. Dimulai dengan alasan tidak adanya operator, harus melakukan perekaman ulang, sampai jaringan internet yang tidak selalu internet mengharuskan melakukan perekaman data di kantor Disdukcapil Kabupaten.

Setibanya di kantor catatan sipil perkiraan awal kalau kantornya sepi karena hari pertama masuk kerja hilang sudah. Antrian sudah penuh dengan orang bersesakan, karena malas untuk mengantri diputuskan saja untuk datang di keesokan harinya. Keesokan harinya cerita ‘lucu’ baru dimulai, masih banyak orang yang mengurus data kependudukannya juga pada hari itu.

Yang menjadi perhatian adalaha ketika saya sudah dengan gagah berani ditambah porsi kegantengan yang maksimal, emosi pun mulai keluar seperti ingin menghujat. Ada yang dengan pakaian PNS dengan leluasa bisa memasukan anaknya (mungkin) untuk menyerobot antrian, ada orang yang tinggal masuk saja dan memanggil temannya yang datang bersemaan. Ya sudahlah mari berburuk sangka saja bersama kalau memang mereka itu mempunya hak yang istimewa di mata pegawai kantor catatan sipil. Hal menggemaskan selanjutnya terjadi ketika perekaman data, dan ternyata data pribadi sudah terekam di server. Tidak percuma saya harus menunggu satu jam lebih untuk mendapatkan bahwa data pribadi sudah terekam, iya tidak percuma karena mendapatkan pengetahuan baru kalau birokrasi yang kompleks itu benar adanya dan sudah menjadi pengalaman pribadi.

Advertisements

One thought on “Birokrasi (masih) Kompleks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s