Selamat Hari Raya Rd. Dewi Sartika

Kenapa Kartini? Padahal kan ada Cut Nyak Dien yang turun langsung, Dewi Sartika juga ada.” pertayaan dan pernyataan tersebut muncul kurang lebih beberapa bulan lalu ketika nongkrong di sekre Performa. Belum ada jawaban yang memuaskan, meskipun begitu tak membuat diri jadi ingin lebih tahu kenapa bisa seperti itu. Bahkan untuk tahu hari lahir Rd. Dewi Sartika saja baru tahu hari ini, sungguh sangat payah dan kurang ajar sekali diri ini ketika mempertanyakan “Kenapa Kartini?” tapi tidak tahu menahu tentang sosok perempuan berjasa yang lain bagi republik ini.

Setelah datang ke acara Diskusi, Pameran, Pemutaran Film, Lomba Mewarnai dan Peresmian Diorama Raden Dewi Sartika, pikiran ini sedikit terbuka. Kalau menakar siapa yang salah di sini, yang patut disalahkan adalah diri sendiri yang tak mampu menghargai pahlawannya sendiri.

Sedikit etnosentris bila dibilang penetapan tanggal 21 April sebagai hari raya Kartini, Kartini berasal dari Jawa, begitu juga dengan Soekarno yang menjabat sebagai presiden dan menetapkan hari lahir Kartini sebagai hari besar pada tanggal 2 Mei 1964 melalui Keppres RI No. 108 Tahun 1964, adalah orang Jawa juga. Ini bisa memarjinalkan perjuangan perempuan lain yang ikut andil dalam kemerdekaan negeri ini, sebut saja Cut Nyak Dien yang ikut bergerilya atau pun Dewi Sartika dengan Sekolah Kautamaan Istri-nya.

Bila dibandingkan peran Dewi Sartika dan Kartini sangatlah jauh berbeda, Kartini berjuang dengan menuliskan “ide” yang berupa surat atas perlakuan keluarganya. Dewi Sertika blusukan langsung dengan mendirikan sekolah bagi kaum perempuan. Pada saat Kartini wafat dalam usia 25 tahun, 1904, Dewi Sartika membuka resmi Sakola Istri, sekolah perempuan Hindia Belanda. Sekolah ini telah berhasil meluluskan lulusan pertamanya pada tahun 1909, padahal dokumen yang ditulis kartini baru dibukukan pada tahun 1911, itu pun ditulis dalam bahasa Belanda dengan judul Door Duistenis tot Licht. Barulah pada tahun 1938 terbitlah buku Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane, sebelumnya ada terjemahan buku yang menggunakan bahasa Melayu pada tahun 1922 berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran.

Pada tahun 1912 berdiri lah sembilan Sakola Istri di Tatar Sunda, kemudian sekolah ini berubah nama menjadi Sakola Kautamaan Istri pada tahun 1914. Barulah pada tahun 1920 di seluruh Tatar Sunda terdapat Sakola Kautamaan Istri, bahkan semangat mengajar Dewi Sartika sampai ke daerah Bukittinggi sehingga berdiri juga sekolah yang sama yang dipimpin oleh Encik Rama Saleh. Pada tahun 1966, pemerintah Indonesia mengakui Dewi Sartika sebagai tokoh perintis pendidikan dan menganugerahinya sebagai Pahlawan Nasional.

Jika boleh dikatakan, apa yang dilakukan oleh Kartini adalah “ide”, apa yang dilakukan oleh Dewi Sartika adalah “realitas”. Sebuah ada ide hanya akan menjadi sebuah gagasan dan tidak ada gunanya bila berhenti sampai di situ, sedangkan sebuah realita tidak akan pernah terjadi apabila tidak ada sebuah ide.

Seperti apa yang Soekarno kata kan “Jas Merah”, mungkin penetapan Hari Kartini masih banyak yang memperdebatkan, tapi apa yang R.A. Kartini lakukan pula telah memberi imbas yang baik pada kemerdekaan ini, hargailah apa yang beliau lakukan. Begitu pun dengan apa yang Dewi Sartika lakukan, perjuangannya sangatlah patut untuk mendapatkan penghargaan, dari pada menghardik pengkultusan hari Kartini, lebih baik mengusulkan agar hari lahir Dewi Sartika juga menjadi hari besar, khususnya bagi rakyat Jawa Barat, ini bisa direalisasikan apabila ada kebijakan dari Pemprov Jabar untuk menerbitkan Perda atau apa pun lah untuk mengenang Pahlawan perempuan asli Jawa Barat ini.

Sumber

Muhsin, Mumuh. 2010. “R.A. Kartini versus R. Dewi Sartika: Menakar Bobot Kepahlawanan” Jatinangor: Unpad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s